Filipina Melihat Kendaraan Tempur Buatan Indonesia

Filipina Melihat Kendaraan Tempur Buatan Indonesia – Departemen Pertahanan Nasional Filipina telah menyatakan minatnya untuk membeli kendaraan tempur dari pabrikan senjata milik negara Indonesia PT Pindad.

“Jika pengguna akhir kami tertarik, kami akan mendapatkan [kendaraan tempur] dari Pindad dan industri [Indonesia] lainnya,” kata wakil kepala departemen untuk keuangan dan material, Raymundo Elefante Elefante, mengatakan saat berkunjung ke pabrik Pindad di Bandung, Jawa Barat , pada hari Jumat.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara mengenai logistik dan industri pertahanan.

Wakil menteri menunjukkan minat khusus pada pengangkut personel lapis baja (APC) Pindad, seperti Anoa dan Komodo, serta dalam tank tempur menengah Harimau yang baru-baru ini dikembangkan oleh pabrik senjata.

Filipina Melihat Kendaraan Tempur Buatan Indonesia

Elefante, bagaimanapun, mengakui bahwa tangki menengah 30 ton mungkin tidak cocok untuk negara itu. “Jembatan kita tidak bisa menahan kendaraan seberat itu.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kendaraan lain yang diproduksi oleh Pindad memiliki potensi untuk melengkapi sistem pertahanan negara.

Presiden direktur Pindad, Abraham Mose mengatakan, perwakilan Filipina dapat mengamati proses produksi di pabrik secara langsung, berkat MoU.

MoU pemerintah-ke-pemerintah juga memungkinkan perwakilan Filipina untuk membuat penunjukan langsung atau penawaran untuk produk-produk Pindad, katanya. Bobol Bandar Ceme

Manila telah memesan dua kapal sealift strategis dari pembuat kapal milik negara PT PAL, serta dua pesawat kargo menengah NC-2121 dari pabrik pesawat milik negara PT Dirgantara Indonesia.

Kami memiliki kesepakatan dengan pemerintah Indonesia untuk membeli peralatan militer yang akan kami gunakan, sementara pada saat yang sama, kami akan bekerja untuk mengembangkan industri pertahanan kami dengan pemasok lain dari Indonesia, kata Elefante.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Bondan Tiara Sofyan, yang menemani Elefante dalam kunjungannya ke Bandung, mengatakan pemerintah akan mendukung industri pertahanan strategis Indonesia.

“Kami akan memanfaatkan setiap kesempatan. Semoga MoU untuk kerja sama logistik dan pertahanan seperti itu dapat mendukung industri pertahanan Indonesia untuk mengekspor produk mereka, terutama ke Filipina, “kata Bondan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *